Depok – Sepanjang 2017, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah membangun sebanyak 33 Kampung Keluarga Berencana (KB) yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana, Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Ani Rahmawati, kemarin.
“Jumlah itu telah melampaui target yang telah ditentukan sebelumnya, yakni hanya 11 Kampung KB yang menjadi percontohan dari masing-masing kecamatan,” ujarnya, kemarin.
Ani mengutarakan, karena sudah melampaui target maka apa 2018 tidak akan ada lagi pembangunan Kampung KB. Namun, target pada 2018, akan ada pengembangan dan pembinaan intensif bagi Kampung KB yang sudah terbentuk. “Kami kini hanya melakukan pembinaan saja,” tegasnya.
Menurut Ani, 33 Kampung KB yang telah ada terdiri dari 11 Kampung KB percontohan tingkat kecamatan, dan 21 Kampung KB percontohan tingkat kelurahan. Ditambah lagi dengan satu Kampung KB percontohan tingkat Kota Depok yang terletak di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos.
“Target kami sudah tercapai, target selanjutnya pada 2019. Insya Allah, 63 Kampung KB percontohan tingkat kelurahan akan kami wujudkan,” ungkap Ani.
Ia mengatakan, dari seksi yang ada dalam Pokja Kampung KB juga diharapkan dapat meningkatkan strata dari kelompok yang tergabung dalam Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), atau pun Bina Keluarga Lansia (BKL), hingga terbentuknya kelompok Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja (PIKR), atau pun Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Kalau pun belum terbentuk pengurus Pokja ini, kader diminta untuk membentuk dan menghidupkan kegiatan-kegiatannya.
Kehadiran Kampung KB, lanjut Ani, bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara dengannya. Serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
“Endingnya keberadaan Kampung KB adalah mewujudkan keluarga kecil bahagia, sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, atau pun kebodohan,” tandasnya.




