
Bandung-Bakal Calon Bupati Bandung Barat 2018. Dr.RA.Hj.Ikke Dewi Sartika, M.Pd Tokoh perempuan Jawa Barat, tetap optimis ditenggah teknologi dewasa ini dalam peran serta masyarakat untuk mengajak melestarikan kebudayaan dan memberikan pelajaran pada generasi penerus bangsa tentang cara kita memahami kebudayaan yang sesunguhnya dan saya mengajak untuk masharakat Kab.Bandung Barat untuk memilih pemimpin yang Memiliki Visi membangun kemajuan kearifan lokal Daerah kita, paparnya saat ditemui oleh awak media kemarin.
Ia menjelaskan,dalam segi kemajemukan Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang memiliki kultur berbeda dengan keanekaragaman yang paling majemuk baik dari segi adat istiadat, etnik dan budayanya. Kemajemukan inilah yang menjadikan suatu kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. keadaan geografis dari 19 kabupaten dan 8 kota merupakan pembentuk budaya yang amat banyak ,Ucap Dr.RA.Hj. Ikke Dewi Sartika, M.Pd
“Jadi, banyaknya budaya yang ada di Kabupaten Bandung Barat yang indah dan menawan, tentunya dapat menarik negara lain untuk meniru sebagian dan bahkan mengambil untuk kemudian mengakui budaya Jawa Barat. bahkan yang lebih mengkhawatirkan di zaman sekarang ini lunturnya kecintaan generasi muda akan budaya sendiri dan lebih memilih untuk secara langsung atau tidak langsung mengikuti budaya luar. Untuk mencegah hal ini terjadi perlunya dukungan dari semua pihak pemerintah dan masyarakat bahkan pentingnya peranan masyarakat untuk secara sadar untuk melestarikan kearifan lokal Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat.
“Padahal,jika peranan masyarakat dalam melestarikan budaya lebih dimaksimalkan, Insha Allah, apa yang dicita-citakan untuk merajut kebhinekaan dalam keberagaman akan dapat tercapai karena butuh peran serta masyarakat untuk menjadi panutan masyarakat sekitar,terutama pada pelestarian budaya-budaya yang ada di Jawa Barat. Sehingga setiap budaya yang ada seharusnya ada tetap lestari bahkan menjadi kebanggaan di negara kita sendiri maka sudah seharusnya budaya melestarikan kesenian daerah dipelajari kemudian harus kita jaga sampai anak cucu,” tutup mojang Bandung ini. (Didit)




