Khofifah Ingatkan Seluruh Warga Muslimat NU Jaga Perdamaian

Ciamis, Jawa Barat – Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan seluruh warga Muslimat NU agar selalu menjaga perdamaian untuk keutuhan bangsa Indonesia.

“Mari kita ciptakan kedamaian, persaudaraan, persatuan dan ketenangan, bagi bangsa kita,” kata Khofifah dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin.

Perempuan yang menjabat sebagai Menteri Sosial itu melakukan kunjungan kerja di Provinsi Jawa Barat selama dua hari Minggu hingga Senin yang dimulai di Kabupaten Tasikmalaya kemudian Ciamis.

Khofifah di hadapan ribuan warga Muslimat NU meminta kaum ibu memanjatkan doa untuk bangsa agar terwujud suasana damai, harmoni, tenang dan aman.

Menurut dia, salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mewujudkan keharmonisan dengan memperbanyak kegiatan di masjid.

Tujuannya, lanjut dia, untuk memakmurkan dan menjaga kesucian masjid sebagai tempat beribadah yang mempersatukan umat, bukan menjadikan tempat menebar pesan permusuhan dan kebencian.

Ia menegaskan menjaga NKRI merupakan kewajiban setiap warga negara yang dimulai dengan komitmen kuat, pikiran yang teguh dan tindakan nyata.

“Sebagai umat Islam kita harus sadar bahwa beribadah tidak akan
tenang kalau negara kita tidak aman, ini patut menjadi refleksi bersama,” katanya.

Khofifah mengutip ayat suci Al-Quran Surat Al-Anfaal ayat 9 yang menerangkan bahwa hendaknya manusia senantiasa bermunajat kepada Allah SWT, meminta pertolongan dalam menghadapi berbagai ancaman yang bisa menganggu keutuhan negara.

“Agar Allah menurunkan para malaikat-Nya guna membantu Indonesia agar negeri ini aman, tenang dan damai dan keutuhan NKRI terjaga,” katanya.

Ia menambahkan, perbedaan yang ada ditengah-tengah umat hendaknya dimaknai sebagai rahmat dan anugerah, bukan menyikapinya dengan permusuhan, tetapi mengedepankan sikap toleransi dan saling menasihati.

“Bagi saya toleransi ini adalah keniscayaan dan di dalamnya ada kesediaan diri dan kemampuan untuk memahami perbedaan, sekaligus menghargai perbedaan tersebut,” katanya. (Ant)