Ketum Gepenta Minta Generasi Penerus Bangsa Mewujudkan Perdamaian Dunia Dengan Keutuhan NKRI

Jakarta- Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba,Tauran,Anarkis, Brigjen Pol (P) DR.Drs. Parasian Simanungkalit,SH,MH Ikut menyikapi masalah Rohingya di Myanmar bukanlah masalah Agama. Karena umat Muslim lain tidak terusik. Ada juga bangsa Myanmar beragama Islam. Orang Indonesia, Malaysia, Arab juga ada disana tetapi tidak terusik.
Etnis Rohingya melakukan Pemberontakan
Mau mendirikan suatu Negara di Myanmar.

Jadi, kita rakyat Indonesia jangan terpancing pada Issu pertikaian agama.

Lanjut Ketum DPN Gepenta , DR.Drs.Parasian Simanungkalit,SH,MH Menyebutkan, Sekitar 800,000 Muslim Rohingya tinggal di Burma/Myanmar, dengan sekitar 80% tinggal di barat negara bagian Rakhine. Orang-orang Rohingya bertarung hidup dan mati sejak 1940an untuk membuat sebuah negara bagian Islam di Burma Barat.

Ambisi awal mereka pada masa gerakan Mujahidin (1947-1961) adalah memisahkan wilayah frontier Mayu yang diduduki Rohingya dari Arakan dari barat Burma dan menyatakan bahwa wilayah tersebut berada di Pakistan Timur yang bertetangga dan baru dibentuk (sekarang Bangladesh).

Menurutnya, Pemberontakan yang dilakukan etnis Rohingya untuk mendirikan suatu Negara Islam Sunni di Myanmar sehingga Negara Myanmar mengambil tindakan. Namun kebablasan sejatinya pemberontak itu saja yang di padamkan jangan membunuh yang lain yang tidak terlibat, Paparnya.

Mari kita Bangsa Indonesia tingkatkan persatuan dan kesatuan. Pertahankan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Bangsa kita Jangan terpancing kepada orang yang mengajak melakukan pemberontakan atau makar atau mengganti Pemerintahan yang sah secara inkonstitusional.
“CIPTAKAN INDONESIA NEGERI AMAN DAN DAMAI”
JAYALAH INDONESIA, Tegas Ketum Gepenta.(Dit)