Depok – Silahturahmi adalah salah satu hal penting dalam menjalin kebersamaan dan komunikasi dalam berbagai hal. Hal inilah yang menjadi dasar Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok, Ferry Batara mengajak warga bersilahturahmi dan berkunjung dalam acara Ngobrol Bareng Ala Solidaritas (Ngobras) di lingkungan RT 02/08, Kelurahan Leuwinanggung, Tapos, Jumat (16/02).
Ferry menuturkan, PSI sebagai partai baru ingin lebih dekat kepada masyarakat serta mengetahui segala macam aspirasi dari seluruh masyarakat Depok, khususnya di Kelurahan Leuwinanggung. Melalui kegiatan ini juga diharapkan bisa membuat masyarakat lebih tahu banyak tentang, visi, misi maupun tujuan dari dibentuknya PSI. Bukan itu saja, PSI sebagai partai baru bisa menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam menuangkan berbagai aspirasi ataupun keinginan masyarakat dalam pembangunan.
“Kita berharap melalui Ngobras ini nantinya bisa membuat para pengurus PSI lebih dekat dengan masyarakat hingga di tingkat RT dan RW. Selain itu, kami ingin keberadaan PSI membawa manfaat untuk masyarakat dengan program-program nyata yang akan dan telah dijalankan selama ini,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, sesuai dengan visinya, PSI akan berusaha untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, sehat dan bermartabat. Dan juga berkehidupan kebangsaan yang bebas serta daya hidupnya bersumber dari kebijakan dan keragaman. Sebagai partai moderen, sambung Ferry, yang mengadopsi sistem manajemen profesional, transparan, serta sistem digital diharapkan PSI mampu menjadi salah satu partai politik yang bisa mengakar dikalangan masyarakat.
“Dengan mengedepankan trilogi perjuangan PSI, antara lain menebar kebajikan, merawat keragaman dan mengukuhkan solidaritas. Kami yakin PSI adalah partai dimasa depan. Melalui kegiatan seperti Ngobras ini diharapkan juga bisa membantu menyebarluaskan visi dan misi PSI,” tandas Bakal Calon Anggota DPR RI tersebut.
Kegiatan Ngobras ini kurang lebih dihadiri puluhan warga RT 02/08, Kelurahan Leuwinanggung, Tapos, yang berasal dari unsur tokoh masyarakat, ketua lingkungan, anak-anak muda dan warga sekitar. (IW/SR)




