Kampanye Vaksin MR Di Sukahati Dihadiri 16 Posyandu

Bogor, jabar.sahabatrakyat.com – Kampanye vaksinasi  MR (Measles-Rubela) UPT  Kesehatan Karadenan di bawah pengawasan dr. Anies di berikan kepada Kader-kader Kelurahan Sukahati.  Dalam sosialisasi kampanye untuk Kader-Kader Kelurahan Sukahati dihadiri oleh  16 Posyandu dari jumlah total 19 Posyandu yang ada.

Hj. Ning, petugas Kesehatan Puskesmas Karadenan yang di daulat untuk k memberikan penyuluhan sangat menyayangkan atas ketidak hadiran beberapa posyandu dari Kelurahan Sukahati, “Tadinya kami berharap semua posyandu bisa menghadiri acara sosialisasi kampanye vaksinasi MR, karena dengan hadir nya para kader pada acara sosialisasi ini kami bisa menjelaskan secara rinci tentang vaksin MR mulai dari pengenalan penyebab penyakit campak dan rubela, gejala penyakit, ciri-ciri penyakit, efek samping dan penanggulanagnya. Kami juga bisa menjelaskan hal-hal yang mereka belum pahami benar sehingga pada saat mereka menjelaskan pada masyarakat mereka sudah punya bekal yang cukup”.

Sosialisasi kepada para kader di mulai dari pengenalan penyakit yang di sampaikan oleh Y. Indrayati SKM.  sampai kepada pengenalan vaksin, kegunaan vaksin dan asal muasal vaksin. “

Sri Mulyarti petugas survalen puskesmas Karadenan menjelas kepada peserta sosialisasi tentang produk obat-obatan yang tersedia adalah produk Bioplasma yang sudah pasti di jamin keasliannya sehingga tidak usah was-was tentang  obat-obatan yang di pakai ,”Vaksin MR hanya diberikan sekali jadi sebaiknya kesempatan ini di pergunakan sebaik-baiknya”.

Sosialisasi kampanye untuk kader posyandu Kelurahan Sukahati menjadi ajang tanya jawab bagi para kader untuk lebih memahami kegunaan kampanye vaksinasi MR,

Siti Nurhayati salah satu kader Posyandu Kelurahan Karadenan  mempertanyakan kenapa seorang ibu hamil akan mudah sekali terserang campak dan rubela sehingga sangat membahayakan kondisi janinnya kelak,  Yayat panggilan akrab petugas Promkes menjelaskan bahwa banyak faktor penyebab kenapa ibu hamil rentan terhadap penyakit ini, salah satu penyebabnya adalah ibu hamil ini mungkin belum pernah di vaksin MR atau dalam kehamilannya dia tidak cukup mendapat asupan nutrisi yang sehat dan seimbang sehingga berpengaruh pada sistem kekebalan tubuhnya.

Udin Wahyudin Ketua RW 2 Kelurahan Sukahati mengemukakan pendapatnya tentang kampanye vaksin MR , ”saya pribadi tidak terlalu yakin akan keberhasilan vaksin ini toh pada kenyataannya sekalipun di vaksin tetep aja sakit. Hanya saja ini program pemerintah yang sangat baik sebagai usaha meningkatkan kesehatan masyarakat jadi yah harus kita dukung. Saya juga kadang-kadang merasa was-was tentang akibatnya tapi muidah-mudahan tidak terjadi apa-apa karena pernah ada kejadian ada efek samping dari pemberian obat pada saat kita ke puskesmas di puskesamas tidak ada siapa-siapa sehingga kami kebingungan harus bagaimana, hanya itu saja sih kekhawatirannya”.

Bidan Mita memberikan pengarahan terakhit tentang  apa saja yang harus disiapkan para kader untuk melanjutkan sosialisasi ini pada masyarakat, “ Nanti  pada saat posyandu harus segera di lakukan pendataan yang teliti mulai dari usia balita sampai riwayat penyakitnya, kalau ada yang pernah kejang atau punya penyakit jantung atau paru-paru segera dilaporkan yah ibiu-ibu”, katanya seraya membagikan tube Vit. A untuk para posyandu. (SH)