Majalengka – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menggelar deklarasi kampanye damai yang dihadiri oleh semua pasangan calon dan berkomitmen untuk tidak berpolitik uang serta isu SARA.
“Para kandidat bupati dan wakilnya harus menghindari politik uang dan penggunaan isu SARA serta tidak melanggar aturan yang sudah ada,” kata Ketua KPU Majalengka, Supriatna di Majalengka, Minggu (18/02).
Deklarasi kampanye damai dilaksanakan di lapangan GGM, Kabupaten Majalengka, yang dihadiri tiga kandidat yaitu nomor urut satu (1) yakni Maman Imanulhaq-Jefry Romdony (Maju).
Pasangan nomor urut dua (2) Karna Sobahi-Tarsono Mardiana dan pasangan nomor urut tiga (3) Sanwasi-Taufan Ansyari (Sopan).
Para kandidat yang akan bersaing selain membaca dan menandatangani deklarasi kampanye damai, mereka juga turut melepas burung merpati sebagai simbol perdamaian.
Senada dengan ketua KPU, Ketua Panwaslu Majalengka, Agus Asri Sabana juga telah menyampaikan larangan berpolitik uang dan memanfaatkan isu SARA, jika ada kandidat yang melanggar, maka akan ditindak sesuai aturan.
“Kami tak segan-segan mengambil tindakan seandainya politik uang dan politisasi SARA dilakukan paslon,” katanya.
Agus menambahkan peraturan perundang-undangan yang terkait Pilkada mengikat paslon sejak mereka ditetapkan sebagai peserta oleh KPU Majalengka.
Karenanya, bila paslon menabrak peraturan, pihaknya pasti akan menindak. “Termasuk mobilisasi PNS, kepala desa dan institusi lain, yang dilarang Undang Undang, tapi diabaikan,” ujarnya. (Ant)




