PN Cianjur Gelar Sidang Perdana Ujaran Kebencian

Cianjur – Pengadilan Negeri Cianjur, Jawa Barat, menggelar sidang perdana kasus ujaran kebencian melalui media sosial dengan terdakwa Sri Rahayu Ningsih dengan agenda pembacaan dakwaan.

Kuasa Hukum Sri Rahayu dari LBH Perempuan dan Anak Cianjur, Nadia Wikerahmawati di Cianjur, Senin, mengatakan, dakwaan pertama adalah Sri dituduh melakukan kejahatan sesuai dalam pasal 45 a ayat 1, junto ayat 2 UU RI nomor 19/2016 tentang perubahan UU11/2008 tentang informasi transaksi elektronik.

Dakwaan kedua, Sri dituntut pasal 16 junto pasal 4b (1) UU RI 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras atau etnis, sedangkan dakwaan ketiga pasal 156 KUHP junto pasal 65 ayat 1 KUHP.

“Awalnya kami akan melakukan eksepsi atas dakwaan tersebut, namun terdakwa membenarkan dakwaan sehingga tidak jadi melakukan eksepsi. Sidang selanjutnya langsung keterangan saksi ahli,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya belum bisa menyebutkan apakah kliennya merupakan korban kriminalisasi, namun dia akan membuktikan dalam persidangan bahwa klienya tidak bersalah.

Sementara selama persidangan yang berlangsung sekitar satu jam, Sri terlihat hanya mendengarkan dakwaan yang dibacakan terhadap dirinya. Setelah selesai sidang, Sri langsung dibawa ke mobil tahanan, tanpa memberikan komentar saat wartawan mengajukan sejumlah pertanyaan.

Plh Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur Dr M Idris F Sihite mengatakan dakwaan yang disampaikan jaksa dinilai cermat jelas dan tepat sehingga langsung pada pokok pemeriksaan saksi tanpa harus melalui eksepsi.

“Poin yang dibangun berdasarkan fakta yang dirumuskan dalam berkas perkara. Berdasarkan fakta perbuatan tersebut sudah memenuhi pasal dalam perundang-undangan, sehingga yang diterapkan sudah tepat langsung pada perkara,” katanya.

Dia menambahkan, pada sidang selanjutnya, pihaknya akan menghadirkan lima saksi yang akan memberikan keterangan untuk memperkuat dakwaan. (Ant)