Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor (Pemkot), Jawa Barat mencatat kenaikan harga telur ayam ras tertinggi hampir 14 persen atau Rp4.000 menjadi Rp32.000 per kilogram dari kisaran Rp28.000 per kilogram selama tiga bulan terakhir.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga DiskopUKMdagin Kota Bogor Mohamad Soleh kepada ANTARA di Kota Bogor, Kamis malam, mengonfirmasi bahwa pantauan harga telah dilakukan rutin setiap hari di dua pasar tradisional acuan Pemkot Bogor.
“Setiap hari kami ke lapangan memantau naik turun harga. Saat ini memang sedang terpantau tinggi,” kata Soleh.
Menurut data harian pantauan harga pangan DiskopUMKMdagin yang disampaikannya, sejak Juni 2022 harga telur ayam ras telah di atas Rp27.000 per kg dan belum turun lagi. Naik turun harga telur ayam ras sekitar Rp1.000 antara Rp28.000 dan Rp29.000 per kg ini sekurangnya bertahan dalam tiga bulan ini.
DiskopUMKMdagin Kota Bogor, kata Soleh, akan terus menganalisa kenaikan harga untuk dapat menjadi pertimbangan Pemkot dalam mempertimbangkan langkah kebijakan.
Kementerian Perdagangan menyebutkan idealnya harga telur berada di kisaran Rp28.000 sampai Rp29.000 per kilogram.
Saat ini, rata-rata harga telur ayam ras terendah terjadi di Jambi Rp26.000 per kilogram, harga tertinggi terjadi di Papua Rp42.000 per kilogram, sementara di DKI Jakarta mencapai Rp30.700 per kilogram. (Ant)





