Ulama Garut Dorong Santri Jaga NKRI

Bandung – Ulama Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang menghadiri Hari Santri Nasional di Alun-alun Garut, Minggu, mengajak seluruh santri dan masyarakat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir mengatakan para santri memiliki peran dalam menjaga keutuhan NKRI, kebhinekaan dan Pancasila.

“Insya Allah santri Garut dibawah NU berkomitmen kuat untuk satu komando (menjaga NKRI dan Pancasila) sebagaimana diharapkan tadi dalam Upacara Peringatan Hari Santri,” kata Sirojul Munir saat menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Garut.

Ia menuturkan peringatan ke-3 Hari Santri merupakan bagian dari rutinitas yang akan terus diperingati di Indonesia khususnya di Kabupaten Garut sebagai bagian peran santri dalam membangun bangsa Indonesia.

Kegiatan akbar tersebut, kata dia, menjadi momentum mempersatukan berbagai organisasi masyarakat Islam untuk bersama-sama bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan Bangsa Indonesia.

“Tujuannya mengingatkan santri agar terus bertanggung jawab menjaga keutuhan Pancasila, kebhinekaan Indonesia,” katanya.

Ia mengimbau para santri dan masyarakat selalu siap siaga menghadang kelompok-kelompok yang akan merusak dan memecah persatuan dan kesatuan Indonesia.

Sirojul berharap santri dari 1.700 pesantren yang ada di Kabupaten Garut dapat memperkokoh kebersamaan agar memiliki kekuatan mempertahankan NKRI.

“Kami harap santri juga dapat mengajak menyadarkan masyarakat di lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama menjaga keutuhan Indonesia,” katanya.

Ulama lainnya juga Pimpinan Pondok Pesantren Fauzan III Garut, KH Atjeng Abdul Wahid mengatakan sama untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ia mengatakan ulama dan para umatnya memiliki peran penting dalam meraih kemerdekaan Indonesia sehingga dapat diakui oleh dunia. “Ada peran santri dan ulama hingga kemerdekaan Indonesia diakui dunia. Kedepan harapan kami Indonesia lebih baik,” katanya.

Ulama lainnya Umar Bin Husein dari pondok pesantren di Majalaya, Kabupaten Bandung, menambahkan, hari santri pada 22 Oktober yang ditetapkan Presiden Indonesia Joko Widodo menjadi kebanggaan buat umat Islam.

Ia mengajak para santri dapat lebih menunjukan perannya dalam memperjuangkan NKRI. “22 Oktober ini berkaitan dengan santri dalam memperjuangkan NKRI,” katanya. (Ant)