Bandung – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Garut, Iman Alirahman menyatakan, jumlah guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus berkurang setiap tahunnya, karena banyak yang pensiun sedangkan penerimaan PNS guru masih dibatasi oleh pemerintah pusat.
“Jumlah guru PNS di Kabupaten Garut ini terus berkurang setiap tahunnya karena telah memasuki masa pensiun,” kata Iman kepada wartawan di Garut, Minggu.
Ia menuturkan, tercatat jumlah guru PNS yang memasuki masa pensiun sebanyak 300 sampai 400 guru, sedangkan penggantinya untuk mengimbangi guru tersebut tidak sesuai kebutuhan.
Menurut dia, jika guru berstatus PNS tidak memenuhi kebutuhan di Garut akan menambah beban kerja terhadap guru bukan PNS yang pengangkatan menjadi PNSnnya belum jelas.
“Kalau seperti ini, banyak guru yang pensiun, khawatir mempengaruhi terhadap proses pembelajaran di sekolah,” katanya.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Garut telah mengusulkan kebutuhan formasi guru PNS kepada pemerintah pusat, tetapi belum dapat dipenuhi.
“BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) sudah mengajukan kebutuhan formasi untuk guru (PNS), tapi belum bisa dipenuhi pemerintah pusat,” katanya.
Ia menyebutkan, berdasarkan data terakhir jumlah guru PNS di Garut sekitar 12 ribuan guru, sedangkan guru bukan berstatus PNS mencapai tujuh ribuan orang.
Sementara jumlah guru bukan PNS yang masuk kategori 2, kata dia, baru dapat diangakat menjadi CPNS oleh pemerintah pusat sebanyak seribuan orang.
“Seribuan yang diangkat menjadi guru, sementara kebutuhannya lebih dari itu, ini karena masih terkendala aturan di Kemenpan,” katanya.
Ia menambahkan, jika pemerintah pusat pada 2018 tidak ada pengangkatan guru menjadi PNS khawatir akan menyulitkan tugas sekolah.
Selama ini, lanjut dia, keberadaan guru sukarelawan (sukwan) yang ada di sekolah-sekolah membantu terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan baik.
“Perhatian Pemkab ke sukwan sebenarnya besar, tapi jumlahnya banyak, jadi tak terasa, kalau daerah lain sukwannya hanya sedikit jadi pemerintah seperti memberi perhatian yang lebih,” katanya. (Ant)




