93.873 Warga Kabupaten Bekasi Telah Divaksinasi COVID-19 Dosis Penguat

Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan 93.873 dari sasaran sebanyak 2.417.794 warga di daerah itu telah tervaksinasi COVID-19 dosis penguat (booster).

“Baru 3,88 persen capaian vaksinasi ini, namun akan terus kita optimalkan melalui beberapa skema,” kata Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Masrikoh di Cikarang, Rabu.

Dia mengatakan capaian vaksinasi dosis ketiga ini terbagi dalam beberapa kategori, antara lain tenaga kesehatan sebanyak 10.975 orang dan kelompok lanjut usia 5.395 jiwa, 4.562 petugas publik, 72.635 orang masyarakat rentan dan umum, 303 kelompok usia remaja, serta tiga orang melalui program vaksinasi gotong royong.

“Sehingga, total capaian per 1 Maret 2022 berdasarkan laporan fasilitas kesehatan sudah 93.873 warga Kabupaten Bekasi divaksinasi dosis ketiga,” katanya.

Vaksinasi dosis ini menggunakan sejumlah merek dagang antara lain 40.515 dosis vaksin AstraZeneca, 35.034 dosis Pfizer, 17.665 dosis Moderna, 338 Sinovac, 319 Sinopharm BBIBP, serta satu dosis vaksin merek Sinovac-BF. “Sesuai ketentuan pemerintah terkait aturan pemberian vaksinasi dosis ketiga serta menyesuaikan ketersediaan alokasi vaksin,” katanya.

Pihaknya akan terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis penguat antibodi ini untuk mencapai kekebalan kelompok masyarakat agar terhindar dari potensi penularan virus corona.

“Beberapa skema kami terapkan pada vaksinasi penguat ini, mulai dari vaksinasi terpusat fasilitas kesehatan, layanan door to door, hingga vaksinasi malam dan di atas perahu guna memaksimalkan program akselerasi vaksinasi,” katanya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan aparat TNI-Polri, jajaran forum komunikasi pimpinan daerah, swasta, serta sejumlah elemen masyarakat dalam melakukan percepatan vaksinasi.

Masrikoh mengimbau segenap masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin guna menekan angka penularan COVID-19.

“Selalu ikuti anjuran pemerintah, tetap pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Untuk sementara lebih baik tidak melakukan aktivitas perjalanan ke luar daerah dan luar negeri apabila tidak mendesak,” katanya. (Ant)