
Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar masuk dalam tiga kandidat kuat Calon Gubernur (cagub) Jawa Barat 2018 berdasarkan hasil survei Indo Riset Konsultan dan Indonesia Strategic Institute (Instrat).
“Alhamdulillah. Ya apa boleh buat, terima nasib lah. Insyaallah kalau ada dukungan ya kita maju,” ujar Deddy Mizwar usai menghadiri acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Semester II/2016 Tahap II, di Kantor BPK Perwakilan Jabar, Bandung, Senin (06/01/2017).
Ia menuturkan hingga kini sekitar empat hingga lima partai politik yang sudah melakukan komunikasi dengannya terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.
“Ada komunikasi, sudah ada empat atau lima partai politik. Tapi itu tadi, belum ada komitmen jauh, tidak ada teknis dukungan. Ya paling komunikasi politik yang lebih intens,” ujar dia.
Sejumlah partai politik yang sudah melakukan komunikasi dengan dirinya, kata Deddy Mizwar, adalah PKS, Partai Gerindra, PPP hingga Partai NasDem.
“Semuanya baru ngobrol saja. Ada Pak Zulkifli (PAN) juga nanya saya, jadi enggak nyalon. Demokrat melalui SBY juga nanya, Nasdem juga ngobrol-ngobrol juga. Ya semuanya saya anggap teman ,” kata dia.
Ia memaknai beragam maksud komunikasi dari partai politik tersebut. “Jadi tenang saja, di lauful mahfuz sudah ada siapa yang akan jadi gubernur, tinggal siapa saja yang berikhtiar menjemput takdir itu,” ujar Deddy.
Ketika dimintai tanggapannya tentang dirinya yang bersaing ketat dengan Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil sebagai tiga kandidat kuat Calon Gubernur Jawa Barat 2018, Deddy Mizwar mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.
“Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Saya sendiri bisa saja tidak maju. Begitu juga Kang Emil belum ketahuan mau maju apa enggak karena belum ada dukungan konkret,” kata dia. (Ant)




